Pages

Showing posts with label Urban and Regional Planning. Show all posts
Showing posts with label Urban and Regional Planning. Show all posts

Teori Lokasi dalam Perencanaan Wilayah dan Kota

Tuesday, November 6, 2012

Suatu perencanaan wilayah dan kota tentunya harus mempertimbangkan fenomena-fenomena keruangan atau spasial, baik dari aspek fisik maupun non-fisik, serta interaksi dan keterkaitan di antara keduanya. Fenomena lain seperti densitas atau kepadatan penduduk juga selayaknya menjadi sorotan dalam perencanaan, sama halnya dengan pola penggunaan tanah dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup penduduk. Keseluruhan fenomena tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam proses perencanaan serta proses pembangunan suatu daerah.

Salah satu pendekatan yang dilakukan dalam menetapkan proyek perencanaan dan pembangunan tersebut adalah dengan menerapkan teori Economic Base dan Multiplier Effect yang berkaitan dengan teori input-output beserta penerapannya, diantaranya adalah dengan teori lokasi (Location Theory). Sebagian besar dasar teori ekonomi diasumsikan membatasi ruang dan jarak, dengan demikian dilakukan studi untuk mengetahui pentingnya arti lokasi dalam bidang perekonomian.

Teori lokasi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi. Selai itu, teori lokasi dapat juga diartikan sebagai ilmu tentang alokasi secara geografis dari sumber daya yang langka, serta hubungannya atau pengaruhnya terhadap lokasi berbagai macam usaha atau kegiatan lain. Secara umum, menurut Hoover dan Giarratani dalam Sofa (2008), pemilihan lokasi unit aktivitas ditentukan oleh beberapa faktor seperti bahan baku lokal (local input), permintaan lokal (local demand), bahan baku yang dapat dipindahkan (transferred input), dan permintaan luar (outside demand).

Teori lokasi merupakan salah satu penjelasan teoritis yang dikaitkan dengan tata ruang dari kegiatan perekonomian. Hal tersebut selalu dikaitkan pula dengan alokasi geografis dari sumber daya yang terbatas yang nantinya akan berpengaruh terhadap lokasi berbagai aktivitas penduduk, baik aktivitas ekonomi maupun aktivitas sosial.

Untuk menetapkan lokasi suatu industri (skala besar) secara komprehensif diperlukan pertimbangan berbagai faktor, antara lain ketersediaan bahan baku, upah buruh, jaminan keamanan, fasilitas penunjang, daya serap pasar lokal, dan aksesibilitas dari tempat produksi ke wilayah pemasaran yang dituju terutama aksesibilitas pemasaran ke luar negeri, stabilitas politik suatu negara, dan kebijakan daerah (peraturan daerah).

Sejarah Kota Düsseldorf

Monday, November 5, 2012

Düsseldorf adalah ibu kota Negara Bagian Nordrhein-Westfalen di Jerman dan merupakan pusat ekonomi Jerman bagian Barat. Düsseldorf terletak di tepi Sungai Rhein di mana kota ini menjadi satu pusat utama daerah Rhein-Ruhr yang padat penduduknya. Lokasinya yang berada di tepi Sungai Rhein menyebabkan Düsseldorf melalui waktu yang cukup panjang serta melalui beberapa tahap dalam perkembangannya hingga menjadi sebuah kota.

Banyak suku pendatang menempati wilayah ini karena wilayahnya yang subur sehingga mudah untuk ditanami berbagai macam tumbuhan. Masyarakat Kelt pada masa milenium terakhir sebelum era modern yang datang dari timur menjadi peninggalan peradaban pertama wilayah ini. Selanjutnya, masyarakat Slavia menempati bagian timur, yaitu di sekitar Sungai Elba. Disusul kaum Germanik yang secara perlahan menggeser masyarakat Kelt ke arah barat menuju Perancis dan Inggris. Ketika masyarakat Romawi mulai berekspansi ke arah utara pada abad terakhir, bermunculanlah catatan-catatan tertulis mengenai Düsseldorf.

Catatan mengenai Jerman tersebut (era protosejarah) bermula sejak adanya laporan tertulis Romawi dan Yunani tentang kaum Barbar yang meenghuni Pegunungan Alpen bagian utara. Periode ini disebut Periode Antik. Ketika menjelang masa ekspansi Romawi, wilayah Düsseldorf ditempati oleh berbagai kelompok Germanik yang saling bersaing satu sama lainnya. Kelemahan inilah yang dimanfaatkan oleh masyarakat Romawi untuk menguasai bagian timur Sungai Rhein dan mendirikan propinsi  Germania Magna, namun pada abad pertama Masehi pasukan ini dapat didesak mundur hingga ke tepi barat Sungai Rhein serta selatan Sungai Main dan Sungai Donau.

Sedikit demi sedikit, suku Germanik mulai memperluas wilayahnya ke arah barat setelah memudarnya kekuatan pasukan Romawi. Secara bergantian, mulailah bermunculan puak-puak yang mendominasi dan mulai membentuk dinasti/wangsa berkuasa. Proses kristenisasi dan feodalisme mulai terbentuk pada periode ini.

Abad V
Sejak abad ke-5 dimulailah era sejarah, biasanya dinamakan Abad Pertengahan. Pada abad ini ditemukan dokumen-dokumen berbahasa Jerman Kuna, Bahasa Latin yang ditulis oleh penduduk setempat, dan bahasa-bahasa lainnya.

The Marvelous of Singapore - Kemegahan Tiga Bangunan Ikon Singapura

Kali ini saya akan membahas tiga bangunan sensasional nan membahana di Singapura. Sebenarnya banyak sekali bangunan-bangunan spektakuler di sana, namun ketika study tour kemarin saya hanya berkesampatan menikmati kespektakuleran ketiga bangunan ini dari dekat. 

Reflections at Keppel Bay
 Menara ini dirancang oleh Daniel Libeskind, yang tak lain adalah arsitek yang mendesain Ground Zero di situs World Trade Center, New York. Terletak menjorok ke laut dan terlihat indah dengan bentuknya yang bergelombang, menara ini merupakan penanda pintu masuk ke area Keppel Harbour yang bersejarah. Terdiri dari enam menara yang mana menara-menara tersebut dimahkotai dengan taman langit dan garis atap yang miring serta penghubung berupa sky bridge. Mengapa dinamai "Reflections at Keppel Bay"? Karena bangunan ini menonjolkan keindahan air, seperti Pantai Selatan Singapura dan kolam seluas 100.000 sq. ft. Air laut serta kolam yang luas tersebut akan merefleksikan atau memantulkan kemegahan serta kemewahan menera-menara kaca setinggi 24 dan 41 lantai ini. 


Esplanade
  Merupakan salah satu ikon negara Singapura dan pusat seni tersibuk di dunia. Letaknya sangat berdekatan dengan Patung Merlion yang berada di Merlion Park. Secara resmi dibuka pada tanggal 12 Oktober 2002.Esplanade terdiri dari sebuah teater dengan 2.000 kursi dan concert hall dengan 1.600 kursi.Bangunan ini memiliki desain yang menarik karena apabila dilihat dari atas, maka Esplanade akan tampak seperti dua buah microphone yang salin bertolak belakang. 


Marina Bay Sands
  Marina Bay juga merupakan salah satu bangunan yang mengagumkan di Singapura. Selain sebagai pusat hiburan, bangunan ini juga terkenal sebagai pusat perjudian. Marina Bay terletak berdekatan dengan Esplanade, Raffles City, Suntec City, dan Marina Square. Desain bangunan ini begitu menarik dengan atap berbentuk kapal yang membawahi tiga gedung. Atap tersebut dinamai Sands SkyPark, di dalamnya terdapat kolam renang melayang terpanjang di dunia dengan panjang + 150meter, restoran, klub, dan taman dengan ratusan pohon dan tanaman yang indah. Satu lagi, Marina Bay Sands ini berdekatan dengan tempat yang pernah dijadikan syuting untuk MV "Hands Up"nya 2PM looo :D

Wecome Back :)

Saturday, November 3, 2012

It's soooo loooong time I didn't update this blog, miss miss miss so muchos. Lots of experiences I got since my last posting in my beloved blog ♥. Firstly on January, I got my first 'sidang' as my final evaluation for getting the decision I would pass on 'Seminar' subject or not. And, Alhamdulillaaah~ i got AB score that means I passed this subject with score more than 81 of 100. Then, when semester holiday was coming I've visited Batam and Singapore on February with my classmates 'Wongkito 2008'. It became an unforgettable experience because it was my first time on visiting Batam and Singapore. Just because that was my first time so i couldn't forget that moment? Obviously, Big No No. That could be more special because of my dearest, why? He also accompanied me for 4 days I spent my study tour, such on lovely days then I said " Hi Singapore, I'm in love". Aaaand tadaaa... welcome my special March, if I talked about March, I just remembered about the beginning of my feeling to my good lil boy last year, hehe. Ok, on this March I got sweet birthday greeting from 'Wongkito 2008', it coincided with 8th HMPL Anniversary. They sang birthday song and agreed all of my wishes, so sweet buddies :')

Run to April, I think that wasn't my lucky time. My first preview of final project was FAILED enough. The despair came to me, I cried for along day and almost 1 month I didn't touch my task at all. But, big thanks to my dearest who always support me and pushed me to finish it well as soon as possible. Bit by bit, I did and made some drafts, got correction, submitted the revision and so on until my advisor decided that what I did was right and correct. May, yes this month I celebrated my 1st Anniversary with my dearest. Happy. We had lunch at d'Cost Seafood Restaurant, not romantic candle light dinner like many couple, haha. Actually, we had some trouble after arrived at my home, but as usual we could handle it and the problem solved.

June, hmm there was no special moment I remembered. July? The final 'sidang' show time. I must presented all of my chapter, started from what spatial issue I took in my final project until how to solve that problem with solutif solution without evoke a new problem. The fantastic four whom I would face were Mr. Ir.Sardjito, MT.; Mr. Dr. Ing. Ir. Haryo Sulistyarso; Mrs. Rulli Pratiwi Setiawan, ST. MSc.; and Mr. Ir. Mulyono Sadyohutomo, MURP. For 2 hours I presented, explained, and answered some questions in front of them and finally 15 minutes later they decided that I passed with minor revision. Alhamdulilaaaaah. By the way anyway busway, Mr. Ir. Mulyono Sadyohutomo, MURP took my final project draft and said that he would made my draft as reference for his next research. Woooooaaaahh :D

RTH di Kawasan Perkotaan Masih Rendah (?)

Friday, January 14, 2011

Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budidaya. Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi (PP RI No. 34 Tahun 2009). Berdasarkan definisi kawasan perkotaan tersebut dapat kita ketahui bahwa kawasan perkotaan didominasi berbagai kegiatan untuk kawasan budidaya. Lalu, di manakah letak Ruang Terbuka Hijau (RTH)?

RTH di kawasan perkotaan saat ini mendapat proporsi jauh lebih kecil dari ketentuan yang telah ditetapkan dalam UU No. 26 Tahun 2007 pasal 28 sampai pasal 30 yang menyatakan bahwa proporsi RTH pada kawasan perkotaan minimal 30%, dengan rincian RTH publik sebesar minimal 20% dan RTH privat sebesar minimal 10% dari luas wilayah. Minimnya luas RTH publik di kawasan perkotaan (kurang dari 10%) disebabkan oleh anggapan banyak pihak bahwa RTH tidak memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga investor tidak dapat meraup keuntungan besar dari keberadaan RTH. Selanjutnya, RTH untuk berlangsungnya fungsi ekologis pun menjadi kurang terakomodasi, dan berdampak pada permasalahan manajemen pengelolaan RTH. Berikut tabel yang menunjukkan proporsi RTH publik kota-kota besar di Indonesia:

Dari CSR untuk Masyarakat, Sudah Optimalkah?

Thursday, January 13, 2011

Corporate Social Responsibility (selanjutnya akan disingkat CSR) atau Tanggung Jawab Sosial adalah komitmen yang berkesinambungan dari kalangan bisnis, untuk berperilaku secara etis dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi, seraya meningkatkan kualitas kehidupan dari karyawan dan keluarganya, serta komunitas lokal dan masyarakat luas pada umumnya. (Meeting Changing Expectations, 1999).

CSR merupakan suatu konsep dimana suatu organisasi atau perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan. CSR berkaitan erat dengan usaha menciptakan pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan atau sustainable developmet, di mana ada argumentasi yang menyebutkan bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan, misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang.

Namun, seiring dengan semakin kompleksnya kepemilikan sebuah usaha, konsep CSR menjadi meluas maknanya, tidak hanya berarti tanggung jawab sosial tetapi juga tanggung jawab lingkungan. Menurut Nurdizal M. Rachman (2005), CSR adalah niat baik dan komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, keberlanjutan pengembangan masyarakat, dan ekonomi lokal sehingga memberikan kontribusi juga terhadap keberlanjutan suatu perusahaan. Kegiatan tersebut dilakukan melalui kerja sama antara perusahaan dengan karyawan, keluarga mereka, komunitas lokal (masyarakat), dan lingkungan secara luas.

CSR bisa digalang dari perusahaan milik pemerintah (BUMN/ BUMD) maupun perusahaan swasta, dimana besaran CSR telah ditentukan untuk masing-masing jenis perusahaan, yaitu 5 persen dari keuntungan untuk BUMN/ BUMD, sementara untuk perusahaan swasta belum ditentukan besarannya tetapi sudah diwajibkan menyisihkan sebagian laba untuk CSR. Bila dilihat secara kasat mata, CSR akan dianggap sebagai hal yang merugikan bagi perusahaan karena adanya tuntutan untuk melakukan pembangunan yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah sepenuhnya. Namun, pada kenyataannya CSR justru akan membawa dampak positif karena merupakan salah satu strategi perusahaan dalam meningkatkan penghargaan masyarakat kepada perusahaan, membangun image, dan kapasitas produksi yang berkelanjutan. Terdapat dua faktor yang mendorong perusahaan untuk melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan, yaitu:
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS